Jumat, 10 Oktober 2014

Tugas Kelompok 6 Bahasa Indonesia


MAKALAH
KUTIPAN DAN ABSTRAK DAN DAFTAR PUSTAKA
Disusun Untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah
“Bahasa Indonesia”
Dosen Pengampu : DWI RIDHA NURMASARI



Oleh:
Arvin satyaprana (11112177)
Erda Olivia (12112514)
Fx Andaru (13112071)
Indriani Pieter (13112725)
Rahman Raharjo (15112930)
Refha Febriana s (16112078)
Riza Rabany (16112517)
PROGRAM STUDI S-1 SISTEM INFORMASI
UNIVERSITAS GUNADARMA
2014


Kata Pengantar

 Puji syukur kehadirat Allah SWT atas segala rahmat-Nya kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Kutipan Dan Abstrak dan Daftar Pustaka ”. Makalah ini dibuat sebagai pelengkap pembelajaran Bahasa Indonesia.
 Terima kasih yang setulusnya kami sampaikan kepada semua pihak yang telah banyak membantu kami dalam menambah pengetahuan serta melatih keterampilan tentang pembelajaran Bahasa Indonesia.

Kami menyadari bahwa dalam makalah ini masih terdapat banyak kekurangan baik dari kuantitas maupun kualitas, saran yang membangun dari berbagai pihak sangat kami harapkan demi perbaikan makah yang kami kerjakan .

Mohon maaf bila ada kurang atau salah kata atau ada kata2 yang menyingung di tulisan kami , karna kami masih tahap belajar kami ucapkan terima kasih.



BAB I
PENDAHULUAN

1.1        Latar Belakang
Puji dan syukur kami panjatkan pada Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat-Nya lah kami dari kelompok 6 dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Kutipan dan Abstrak dan Daftar Pustaka” ini.
Dalam makalah ini penulis mencoba untuk menjelaskan tentang kutipan dan daftar pustaka yang ada dalam bahasa Indonesia yang kita gunakan dalam keseharian kita.
Penulis sadar bahwa penulis sebagai kelompok yang mengerjakan makalah ini, masih banyak kekurangan sehingga makalah ini jauh dari kata sempurna. Kami sebagai penulis akan sangat menerima jika ada masukan dan saran untuk meningkatkan kinerja kami selanjutnya. Terima kasih.

1.2        Rumusan Masalah
a.       Apa saja kutipan yang digunakan dalam karya ilmiah
b.      Apa saja bentuk dan jenis kutipan
c.       Apa pengertian abstrak
d.      Apa tujuan abstrak
e.       Apa pengertian daftar pustaka
f.       Apa tujuan daftar pustaka

1.3        Tujuan Penulisan
1.      Memahami lebih dalam tentang bahasa Indonesia, terutama dalam bidang kutipan, abstrak dan daftar pustaka.
2.      Memudahkan mahasiswa untuk lebih memahami tentang bahasa Indonesia.
3.      Meningkatkan kemampuan softskill mahasiswa agar dapat bersaing dalam masyarakat luas.





BAB II
PEMBAHASAN

KUTIPAN (QUOTATION)
·         Kutipan yang digunakan dalam karya ilmiah dimaksudkan untuk menunjukkan kata-kata atau pendapat seseorang yang sama dengan ide penulis atau yang bertentangan.
·         Penulis karya ilmiah berhak menetapkan apakah bahan yang dikutip itu, dikutip langsung seperti apa adanya, dikurangi, atau dirubah redaksinya untuk menghindari kutipan yang terlalu panjang.
·         Setiap kutipan harus disebutkan dari mana sumbernya dan sumber itu dicantumkan dalam footnote (akan dijelaskan kemudian).
·         Panjang pendek kutipan dari manapun sumbernya dibuat sesingkat mungkin dan tidak lebih dari ½ halaman teks.

BENTUK DAN JENIS KUTIPAN
1.      Kutipan langsung
a.       Kutipan Langsung Pendek
b.      Kutipan Langsung Panjang
c.       Kutipan langsung dalam Footnote
2.      Kutipan Tidak Langsung
KUTIPAN LANGSUNG
Kutipan langsung sangat diperlukan apabila penulis mengutip
(a)    Sumber hukum, peraturan resmi, dan pernyataan penting
(b)   Rumus ilmiah dan teori/konsep ilmiah
(c)    Pendapat seorang penulis buku yang dianggap penting. Kutipan langsung baik dari buku atau sumber lisan harus ditulis lengkap seperti apaadanya.
KUTIPAN LANGSUNG PENDEK
·         Kutipan langsung yang panjangnya tidak lebih dari tiga baris teks.
·         Kutipan ini diletakkan di dalam teks diantara tanda petik (“), dan jaraknya sama dengan teks yakni 2 spasi, kemudian diberi nomor footnote.
CONTOH KUTIPAN LANGSUNG PENDEK
Penjelasan umum ini tidak memberikan  gambaran  siapa sebenarnya yang terserap dalam aktivitas produksi lokal  dan sektor  perdagangan  tersebut, apakah  penduduk  di  sekitar perkebunan  atau penduduk jauh dari luar komunitas perkebunan,  atau  yang lain. Apakah fenomena tahun  1930an  dalam perkembangan perkebunanteh di Jawa Barat sebagaimana ditunjukkan  oleh  van Doorndan Hendrix juga akan muncul pada tahun 1990an. Ketika industri perkebunan yang diperkenalkan di Jawa  Barat  sudah sedemikian  maju  dan kemudian diikuti  dengan  perkembangan pembangunan  transportasi  darat yang menghubungkan  lokasi perkebunan dipedalaman dengan pelabuhan pantai  dan  kota-kota besar, “telah memacu perkembangan perdagangan lokal  dan pasar-pasar baru mulai tumbuh di sekitar jalan-jalan  tersebut”.2
-----------------------
                        2Doorn, J.A.A. van & W.J. Hendrix,"The Emergence of a Dependent Economy:
Concequences of the Opening up of West-Priangan, Java, to the Process of
Modernization.CASP,No.9,1983, hlm. 18-19.
KUTIPAN LANGSUNG PANJANG
·         Kutipan yang panjangnya lebih dari tiga baris dan tidak lebih dari setengah halaman teks
·         Kutipan ini harus diletakkan di luar konteks teks dengan jarak masing-masing baris 1 spasi
·         Kutipan ini dimulai sejajar dengan paragraph baru teks dan tidak menggunakan tanda petik (“)
·         Jarak teks dengan kutipan 2 spasi
·         Pada akhir kata dari kalimat teks yang akan dilanjutkan kutipan langsung panjang diberi tanda titikdua (:)
CONTOH KUTIPAN LANGSUNG PANJANG
Salah satu ketentuan yang mengikat perusahaan atau instansi dalam memperlakukan Dokumen perusahaan adalah Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (Wetboek van Koophandel voorIndonesie). Dalam salah satu pasalnya dinyatakan:
Setiap orang yang menyelenggarakan suatu perusahaan, ia pun harus menyimpan selama 30 tahun, akan segala buku-buku dan surat-surat yang bersangkutan,  dalam mana menurut ayat ke-1 catatan tadi dibuatnya beserta neracanya,  dan selama 10 tahun akan surat-surat dan surat-surat kawat yang diterimanya beserta segala tembusan dari surat-surat dan surat-surat kawat yang dikirimkannya.* Jadi pada dasarnya KUHD mengatur tentang umur arsip transaksi keuangan,  dan seterusnya.
Ctt:   * nomor footnote
KUTIPAN LANGSUNG DALAM FOOTNOTE
Kutipan langsung pendek maupun panjang yang ditempatkan dalam footnote diawali dan diakhiri dengan tanda petik (“) dan berjarak 1 spasi.
CONTOH KUTIPAN LANGSUNG DALAM FOOTNOTE
Masalah yang sangat penting adalah seberapa besar eksploitasi kerja wajib pada tanam paksa, bila dibandingkan dengan masa sebelumnya, baik pada masa kerajaan maupun pada masa penjajahan Ingris.1
-------------------
Untuk membantu memahami beban kerja petani pada masa Tanam Paksa selengkapnya di KaresidenanKedu, lihat A.M. DjuliatiSuroyo, EksploitasiKolonial Abad  XIX: KerjaWajib di KaresidenanKedu, 1800-1890. Yogyakarta: Yayasan Untuk Indonesia, 2000.
KUTIPAN TIDAK LANGSUNG
·         Kutipan dari berbagai sumber tetapi tidak dikutip seperti apa adanya dan mengalami perubahan redaksional
·         Kutipan tersebut diketik dalam teks dan merupakan kelanjutan dari teks,  jaraknya sama dengan jarak antar teks yakni 2 spasi, dan tanpa diberi tanda petik
INTERPOLASI
·         Apabila saudara mengetahui dan yakin bahwa kutipan yang anda kutip itu terdapat kesalahan: anda berhak membetulkannya atau membiarkan seperti apa adanya.
·         Bila anda membetulkannya maka pembetulan itu diketik diantara tanda kurung ( ) sesudah kata atau kalimat yang salah.
·         Bila anda tetap membiarkannya maka sesudah kata atau kalimat yang salah itu diberi tanda (sic)
TANGGUNG JAWAB KUTIPAN
·         Dengan mengutip sumber lain secara akademik anda telah menyetujui semua  yang anda kutip, kecuali dijelaskan ketidaksetujuan anda dalam catatan kaki.

Abstrak dan Daftar Pustaka
Pengertian Abstrak
Abstrak adalah bagian yang menjelaskan pokok masalah secara singkat dalam pembahasan suatu karya ilmiah. Dalam sebuah abstrak, umumnya juga diterakan kata kunci dari karya ilmiah yang ditulis tersebut.


Tujuan Abstrak
Tujuan Abstrak adalah untuk menjelaskan secara singkat kepada pembaca tentang apa yang terdapat dalam suatu karya ilmiah. Selain itu, abstrak juga bermanfaat untuk menghindari terjadinya duplikasi dalam sebuah penelitian.

Contoh Abstrak
ABSTRAK
Penelitian ini dilaksanakan pada Kantor Pengadilan Negeri Klas IA Kendari dan Kantor Kejaksaan Negeri Kendari sebagai lembaga yang menyelesaikan perkara pidana khususnya tindak pidana korupsi.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui untuk mengetahui efektifitas penerapan pidana denda kepada pelaku tindak pidana korupsi serta untuk mengetahui faktor-faktor yang memepengaruhi penerapan pidana denda kepada pelaku tindak pidana korupsi di Pengadilan Negeri Klas IA Kendari
Tipe penelitian dalam penulisan ini adalah penelitian normatif empiris. Data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data primer dan data sekunder dimana data primer diperoleh langsung dari lapangan melalui teknik wawancara dan data sekunder diperoleh dengan menelusuri dokumentasi, buku-buku serta literatur yang relevan dengan penelitian ini.
Berdasarkan hasil penelitian diperoleh kesimpulan bahwa, penerapan pidana denda kepada pelaku tindak pidana korupsi belum berjalan dengan maksimal. Hal ini dapat dilihat dari fakta hukum yang menunjukan bahwa pelaku lebih memilih melaksanakan pidana kurungan dari pada melaksnakan pidana denda. Selain itu pula pidana denda tidak mampu mengembalikan keuangan atau kerugian Negara dalam jumlah yang signifikanOleh karena itu penerapan pidana denda pada pelaku tindak pdana korupsi belum efektif digunakan sebagai alat untuk mengembalikan keuangan atau perekonomian Negara. Faktor-faktor yang mempengaruhi penerapan pidana denda adalah perangakat peraturan perundang-undangan yang belum memadai karena pidana denda masih menjadi pilihan alternatif dalam menjatuhkan pidana kepada pelaku serta tingkat pengetahuan aparat penegak hukum mengenai tindak pidana korupsi yang juga belum memadai.


Pengertian Daftar Pustaka
Daftar pustaka adalah halaman yang berisi daftar sumber-sumber referensi yang kita pakai untuk suatu tulisan ataupun karya tulis ilmiah. Daftar Pustaka biasanya berisi judul buku-buku, artikel-artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya, yang mempunyai hubungan dengan sebuah karya ilmiah.


Tujuan Daftar Pustaka
Sebuah daftar pustaka memberikan deskripsi yang penting tentang buku, artikel, majalah, harian itu secara keseluruhan. Tujuannya adalah agar pembaca yang ingin mengetahui lebih dalam informasi yang ada dalam karya ilmiah tersebut dapat mencarinya dengan bantuan daftar pustaka.

Contoh Daftar Pustaka
a.       Dengan seorang pengarang
b.      Hockett. Charles F. A Course in Modern Linguistics. New York: The Mac Millan Company. 1963.
c.       Buku dengun dua atau tiga pengarang
d.      Oliver. Robert T.. and Rupert L. Cortright. New Training for Effective Speech. New  York: Henry Holt and Company, Inc.,1958
e.       Buku dengan banyak pengarang
f.       Morris, Alton C. et. al. College English, the First Year. New York : Harcourt, Brace & World. Inc., 1964
g.      Buku yang terdiri dari dua jilid atau lebih
h.      Intensive Course in English. 5 vols. Washington: English Language Service. inc.. 1964.



BAB III
PENUTUP

3.1    Kesimpulan
Kutipan adalah pinjaman sebuah kalimat ataupun pendapat dari seseorang pengarang atau seseorang, baik berupa tulisan dalam buku, kamus, ensiklopedia, artiket, laporan, majalah, koran, surat kabar atau bentuk tulisan lainnya, maupun dalam bentuk lisan misal media elektronika seperti TV, radio, internet, dan lain sebagainya. Tujuannya sebagai pengokohan argumentasi dalam sebuah karangan. Kutipan terdiri dari:
1.        Kutipan langsung
2.        Kutipan tidak langsung
Catatan kaki yaitu sumber atau istilah yang harus dijelaskan. Daftar pustaka (bibliografi) merupakan sebuah daftar yang berisi judul buku-buku, artikel artikel, dan bahan-bahan penerbitan lainnya, yang mempunyai pertalian dengan sebuah karangan. Melalui daftar pustaka yang disertakan pada akhir tulisan, para pembaca dapat melihat kembali pada sumber aslinya. Cara penulisan daftar pustaka sebagai berikut:
1.        Tulis nama pengarang (nama pengarang bagian belakang ditulis terlebih dahulu, baru nama depan)
2.        Tulislah tahun terbit buku. Setelah tahun terbit diberi tanda titik (.)
3.        Tulislah judul buku (dengan diberi garis bawah atau cetak miring). Setelah judul buku diberi tanda titik (.).
4.        Tulislah kota terbit dan nama penerbitnya. Diantara kedua bagian itu diberi tanda titik dua (:). Setelah nama penerbit diberi tanda titik.
5.        Apabila digunakan dua sumber pustaka atau lebih yang sama pengarangnya, maka sumber dirulis dari buku yang lebih dahulu terbit, baru buku yang terbit kemudian. Di antara kedua sumber pustaka itu dibutuhkan tanda garis panjang.

1.1      Saran
Perlu diperhatikan bahwasanya dalam pembuatan Daftar Pustaka Ada 7 (Tujuh) hal, diantaranya :
1.        Daftar pustaka tidak diberi nomor urut.
2.        Nama penulis diurut menurut abjad.
3.        Gelar penulis tidak dicantumkan walaupun dalam buku yang dikutip penulis mencantumkan gelar.
4.        Daftar pustaka diletakkan pada bagian terakhir dari tulisan.
5.        Masing-masing sumber bacaan diketik dengan jarak baris satu spasi.
6.        Jarak masing-masing sumber bacaan dua spasi.
7.        Baris pertama diketik dari garis tepi (margin) tanpa indensi dan untuk baris-baris berikutnya digunakan indensi empat/tujuh ketukan


DAFTAR PUSTAKA

http://id.wikipedia.org/wiki/Kutipan
http://ati.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/18343/Kutipan.ppt
http://ati.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/19582/Bibliografi.pptx
http://ati.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/19581/Catatan+Kaki.pptx
http://blog.atmasetya.com/yang-dimaksud-dengan-kutipan.html
http://lecturer.ukdw.ac.id/othie/citation.pdf
http://main.man3malang.com/download//Pelajaran/Sastra_(Indonesia,_Arab,_Inggris_dll)/BI-daftar_pustaka.pdf
http://nolimitz.web.id/2010/03/cara-menulis-daftar-pustaka/
http://myth90.blogspot.com/2010/12/kutipan-daftar-pustaka.html
http://eziekim.wordpress.com/2010/12/25/kutipan-dan-daftar-pustakAa/
Tanjung S.1988.Bunga Rampai.Jakarta.PT.Intan Pariwara
Paramita Dwitya.2006.Bahasa kuliah.Jakarta.PT.Macana Jaya
http : //www.google.com/paragraf bahasaindonesia


Rabu, 08 Oktober 2014

PERANAN DAN FUNGSI BAHASA INDONESIA


Setiap Negara pasti mempunyai bahasanya masing-masing, begitupun Negara Indonesia. Indonesia memiliki bahasanya sendiri yaitu Bahasa Indonesia. Bahasa dapat mempersatukan suatu Negara. Bahasa tersebut mempunyai banyak fungsi, salah satunya sebagai alat komunikasi. Maksudnya adalah setiap orang bisa mengungkapkan hasil pemikirannya melalui bahasa itu sendiri. Mereka bebas berbicara dan bebas mengeluarkan pendapat selama bahasa yang digunakan masih sesuai dengan kaidah-kaidah atau tata cara berbahasa yang baik. Bahasa Indonesia mempunyai ketentuan-ketentuan didalamnya, baik dalam tata cara penulisan, tata cara menyampaikan, begitupun dalam tanda bacanya seperti titik, koma, tanda tanya, tanda seru, dan lain-lain.

Peranan Bahasa Indonesia yaitu :
ü  Sebagai alat komunikasi
ü  Sebagai alat untuk mengekspresikan diri
ü  Sebagai alat integrasi dan beradaptasi sosial dalam lingkungan atau situasi     tertentu
ü  Sebagai alat untuk melakukan control sosial


Fungsi Bahasa


                  Mencermati keadaan dan perkembangan dewasa ini, semakin terasakan betapa besar fungsi dan peran bahasa dalam kehidupan manusia. Tanpa bahasa kehidupan manusia terasa hampa dan tidak berarti. Melalui peran bahasa, manusia dapat menjadikan dirinya menjadi manusia berbudi pekerti, berilmu dan bermartabat tinggi. Berdasarkan semua ini, dapat disimpulkan fungsi bahasa yaitu sbb:

1. Bahasa sebagai alat komunikasi
Melalui Bahasa, manusia dapat berhubungan dan berinteraksi dengan alam sekitarnya, terutama sesama manusia sebagai makhluk sosial. Manusia dapat memikirkan, mengelola dan memberdayakan segala potensi untuk kepentingan kehidupan umat manusia menuju kesejahteraan adil dan makmur. Manusia dalam berkomunikasi tentu harus memperhatikan dan menerapkan berbagai etika sehingga terwujud masyarakat yang madani selamat dunia dan akhirat. Bahasa sebagai alat komunikasi berpotensi untuk dijadikan sebagai sarana untuk mencapai suatu keberhasilan dan kesuksesan hidup manusia, baik sebagai insan akademis maupun sebagai warga masyarakat. Penggunaan bahasa yang tepat menjadikan seseorang dalam memperlancar segala urusan. Melalui bahasa yang baik, maka lawan komunikasi dapat memberikan respon yang positif. Akhirnya, dapat dipahami apa maksud dan tujuannya.

2. Bahasa sebagai alat untuk menyatakan ekspresi diri
Sebagai alat ekspresi diri, bahasa merupakan sarana untuk mengungkapkan segala sesuatu yang ada dalam diri seseorang, baik berbentuk perasaan, pikiran, gagasan, dan keinginan yang dimilikinya. Begitu juga digunakan untuk menyatakan dan memperkenalkan keberadaan diri seseorang kepada orang lain dalam berbagai tempat dan situasi.


 Peranan Bahasa Indonesia Dalam Konteks Ilmiah

Dalam tulisan ilmiah, bahasa sering diartikan sebagai tulisan yang mengungkapkan buah pikiran sebagai hasil dari pengamatan, tinjauan, penelitian yang seksama dalam bidang ilmu pengetahuan tertentu, menurut metode tertentu, dengan sistematika penulisan tertentu, serta isi, fakta, dan kebenarannya dapat dibuktikan dan dapat dipertanggungjawabkan. Bentuk-bentuk karangan ilmiah identik dengan jenis karangan ilmiah, yaitu makalah, laporan praktik kerja, kertas kerja, skripsi, tesis, dan disertasi.
Dalam penulisan ilmiah, bahasa merupakan hal yang terpenting. Untuk itu kita harus sebaik mungkin menggunakannya. Antara lain :
v  Dalam hal penggunaan ejaan. Ejaan ialah penggambaran bunyi bahasa dalam kaidah tulismenulis yang distandarisasikan; yang meliputi pemakaian huruf, penulisan huruf, penulisan kata, penulisan unsur serapan, dan pemakaian tanda baca.
v  Dalam hal penulisan kata. Baik kata dasar, kata turunan, bentuk ulang, kata ganti, kata depan, kata sandang, maupun gabungan kata.
v  Dalam penggunaan partikel lah, kah, tah, pun. Partikel lah, kah, tah ditulis serangkai dengan kata yang mendahuluinya. Contoh: Pergilah sekarang! Sedangkan partikel pun ditulis terpisah dari kata yang mendahuluinya. Contoh: Jika engkau pergi, aku pun akan pergi. Kata-kata yang sudah dianggap padu ditulis serangkai, seperti andaipun, ataupun, bagaimanapun, kalaupun, walaupun, meskipun, sekalipun.
v  Dalam hal pemakaian Ragam Bahasa. Berdasarkan pemakaiannya, bahasa memiliki bermacam-macam ragam sesuai dengan fungsi, kedudukan, serta lingkungannya. Ragam bahasa pada pokoknya terdiri atas ragam lisan dan ragam tulis. Ragam lisan terdiri atas ragam lisan baku dan ragam lisan takbaku; ragam tulis terdiri atas ragam tulis baku dan ragam tulis takbaku.
v  Dalam penulisan Singkatan dan Akronim.Singkatan nama orang, nama gelar, sapaan jabatan atau pangkat diikuti tanda titik. Contoh: Muh. Yamin, S.H. (Sarjana Hukum ). Singkatan yang terdiri atas tiga huruf atau lebih diikuti satu tanda titik. Contoh: dll. hlm. sda. Yth. Singkatan nama resmi lembaga pemerintah dan ketatanegaraan, badan atau organisasi, serta dokumen resmi yang terdiri atas huruf awal setiap kata ditulis dengan huruf kapital dan tidak diikuti tanda titik. Contoh: DPR GBHN KTP PT. Akronim nama diri yang berupa gabungan huruf awal dari deret kata ditulis seluruhnya dengan huruf kapital. Contoh: ABRI LAN IKIP SIM. Akronim nama diri yang berupa gabungan suku kata atau gabungan huruf dan suku kata dari deret kata ditulis dengan huruf awal huruf kapital. Contoh: Akabri Bappenas Iwapi Kowani.
v  Dalam penulisan Angka dan Lambang Bilangan. Penulisan kata bilangan tingkat dapat dilakukan dengan cara berikut. Contoh: Abad XX dikenal sebagai abad teknologi. Lambang bilangan yang dapat dinyatakan dengan satu atau dua
kata ditulis dengan huruf, kecuali jika beberapa lambang dipakai berturut-turut. Contoh: Ada sekitar lima puluh calon mahasiswa yang tidak diterima diperguruan tinggi itu.
v  Dalam pemakaian tanda baca. Pemakaian tanda titik (.), tanda koma (,), tanda titik dua (:), tanda titik koma (,), tanda hubung, (-) tanda pisah (_), tanda petik ("), tanda garis miring, (/) dan tanda penyingkat atau aprostop (').
v  Dalam pemakaian imbuhan, awalan, dan akhiran.

Dalam penulisan ilmiah, selain harus memperhatikan faktor kebahasaan, kita pun harus mempertimbangkan berbagai faktor di luar kebahasaan. Faktor tersebut sangat berpengaruh pada penggunaan kata karena kata merupakan tempat menampung ide. Dalam kaitan ini, kita harus memperhatikan ketepatan kata yang mengandung gagasan atau ide yang kita sampaikan, kemudian kesesuaian kata dengan situasi bicara dan kondisi pendengar atau pembaca.

Sabtu, 22 Maret 2014

TEORI ORGANISASI UMUM 2( Kelompok 7)

KELOMPOK 7:
- FX . Andaru Triyo Prayogo (13112071)
- Rahman
Paharjo (15112930)
- Erda Olivia Rusmana(12112514)
- Arvin
Satyaprana(11112177)
- Riza
Rabbany Gemilang Zen (16112517)
- Refha
Febrian S (16112078)
- Indriani
Pieter (13112725)
Manajemen Waktu
Manajemen Waktu
  Manajemen waktu merupakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengawasan produktivitas waktu. Sehingga waktu yang kita miliki dapat terpakai secara efissien.
Memahami Manajemen Waktu
Anda tidak harus  belajar secara teori untuk mengetahui bahwa waktu adalah relatif.
Sedikit waktu dapat lebih menyenangkan
Lakukakan sedikit pekerjaan
Batasi jenis pekerjaan
Berusahalah lebih untuk lebih selektif
  Agar tetap dapat mengendalikan waktu anda jangan lakukan terlalu banyak menyita waktu dan perhatian anda.
Lakukan pada saat itu juga
Melakukan sesuatu pada saat itu juga adalah hal paling terpenting dalam setiap kehidupan kita akan membuat kita lebih bijaksana dalam menggunakan waktu
Penerapan Manajemen Waktu 
Terdiri dari :
Membentuk tujuan akhir
Membuat jadwal untuk mencapai hasil
Manajemen stress
Mengelola waktu dalam perjalanan
Membentuk tujuan akhir
Pentingnya membuat Pioritas
Identifikasi pioritas-pioritas anda di tempat yang tenang jauh dari gangguan rekan kerja atau teman
Bidang-bidang kehidupan yang di susun oleh Dr. Tony Alesandra yaitu:
Mental  - Fisik
Keluarga  - Sosial
Spiritual  - Karir
Keuangan
Jika terlalu banyak prioritas kemungkinan besar tidak akan dapat melaksakan masing-masing prioritas
Intisari pengidentifikasian prioritas:
Tulislah segala hal yang penting bagi anda jangan ragu membuat daftar yang panjang dan berbelit-belit
Baca kembali daftar yang telah anda buat, pada saat pemeriksaaan ke dua coret semua hal yang tapaknya tidak perlu serata masukkan item-item yang serupa
Jika terlalu banyak prioritas kemungkinan besar akan di landa ke cemasan dan frustasi
Membuat jadwal untuk mencapai hasil
Pokok-pokok yang sama
Perencanaan masa kini memungkinkan anda menyelesaikan tugas-tugas berikut:
Mengatur jadwal harian, mingguan dan bulanan anda.
Memisahkan antara aktivitas harian anda dengan tugas-tugas penting dan mendesak yang anda tangani.
Merencanakan proyek-proyek pekerjaan.
Memakai bersama file-file dengan men-download
Menghubungkan secara elektronik rencana dan jadwal anda dengan orag lain.
Tulislah inisial nama pekerjaan tertentu untuk menandai orang-orang yang kerja samanya di perlukan atau kepada siapa anda akan mendelegasikan seluruh pekerjaan.
Manajemen Stress
  Sebelum bisa memanajemen stress, kita perlu mengetahui apa yang dimaksud dengan kondisi stress itu sendiri.
Stress adalah kondisi dimana kita berada dibawah tekanan yang mengganggu pola pikir.
Ciri-ciri Orang yang Mengalami Stress
Kerongkongan anda kering
Sakit rahang atau tertekan
Nafas pendek atau dangkal
Cenderung lebih dingin dan begejolak
Selalu pusing
Rasa panas dalam perut
Detak jantung lebih cepat
Tekanan darah naik
Cara Memanajemen   Stress  
Memelihara rasa humor
Melakukan peregangan secara teratur
Berbicara pada orang lain
Pijat atau relaksasi
Berjalan kakilah
Minum air putih
Aroma Therapy
Tarik nafas dalam-dalam
Meditasi
Memperbanayak Waktu Luang dengan Pendelegasian
Pendelegasian adalah memberikan wewenang kepada orang lain agar kita memiliki waktu luang lebih banyak.
Anda dapat memperoleh hasil kerja yang terbaik jika anda mendelegasikan tugas anda kepada orang lain yang mampu mengerjakannya dengan keterampilan dan ide-ide yang cemerlang.
Yang Perlu Diperhatikan dalam Pendelegasian 
Merencanakan pemberian tugas dengan baik sebelum mengerjakannya
Memberi intruksi dengan jelas
Bersikap luwes dengan batasan waktu
Memonitor perkembangan pekerjaan
Tegas dan luwes
Tetap mencatat bagaimana suatu pekerjaan diselesaikan
Yang Tidak Seharusnya Dilakukan Ketika Mendelegasikan Tugas 
Jangan terburu-buru
Jangan memeberi intruksi yang tidak lengkap
Jangan mengabaikan perhatian kepada orang yang diberi wewenang
Jangan sewenang-wenang dalam mendelegasikan tugas
Jangan menganggap bahwa cara anda adalah satu-satunya cara yang dapat digunakan

TEORI ORGANISASI UMUM 2 (Kelompok 7)

Makalah Teori Organisasi Umum
Budaya dan Organisasi



download.jpg


Di susun oleh kelompok 7 :
-Arvin Satyaprana (11112177)
-Erda Olyvia R (12112514)
-Fx Andaru TP (13112071)
-Indriania Pieter (13112725)
-Rahman Raharjo (15112930)
-Refha Ferbriana S (16112078)
-Riza Rabbany (16112517)

FAKULTAS ILMU KOMPUTER DAN TEKNOLOGI INFORMASI 2014

Kata Pengantar
Puji dan syukur saya panjatkan kehadirat  ALLAH SWT berkat Rahmat dan Karunia – Nya yang telah memberikan saya kemudahan dalam menyusun dalam menyelesaikan makalah inidengan lancar. Makalah ini saya buat guna memenuhi tugas dari mata kuliah teori organisasi umum2  yang saya berijudul  “Budaya Organisasi”
Tak lupa saya juga mengucapkan terima kasih yang sebesar- besarnya kepada :
1.    Kepada orangtua yang selalu memberikan dukungan, baik moral maupun materil.
2.    Terima kasih juga kepada teman-teman yang tak dapat kami sebutkan satu persatu.

Karena peranan mereka, saya dapat menyelesaikan makalah ini.Saya menyadar imasih banyak kekurangan karena keterbatasan ilmu pengetahuan, pengalaman maupun sumber-sumber yang diperlukan.Untuk itu kritik dan saran sangat saya harapkan untuk perbaikan dimasa yang akan datang


                                                                                    Depok, 21 Maret 2014

                                   
                                                                                                            Penyusun









BAB I
PENDAHULUAN
1.1     Latar Belakang
 Organisasi merupakan hal yang tidak mungkin terlepas dari kehidupan bermasyarakat. Karena dari semenjak lahir secara langsung kita sudah dikenalkan dengan organisasi yaitu keluarga.  Dalam organisasi tersebut  tidak mungkin juga terlepas dari ikatan budaya yang ada dalam organisasi. Ikatan budaya yang tercipta dalam organisasi tersebut dapat tercipta dan dibentuk oleh masyarakat yang bersangkutan, baik dalam organisasi bangsa, bisnis maupun bangsa. Budaya membedakan masyarakat satu dengan yang lain dalam cara berinteraksi dan bertindak menyelesaikan suatu pekerjaan. Budaya mengikat anggota kelompok masyarakat menjadi satu kesatuan pandangan yang menciptakan keseragaman berperilaku atau bertindak. Seiring dengan bergulirnya waktu, budaya pasti terbentuk dalam organisasi dan dapat pula dirasakan manfaatnya dalam memberi kontribusi bagi efektivitas organisasi secara keseluruhan.

1.2     Rumusan Masalah
1.    Apa Pengertian dari budaya Organisasi ?
2.    Apa saja jenis-jenis tipologi budaya organisasi?
3.    Apa yang dimaksud kreativitas individu dan team?
4.    Apa itu proses inovasi?

1.3     Tujuan Penulisan

Untuk mengetahui pengertian dari budaya organisasi, mengetahui jenis-jenis dari organisasi, mengetahui maksud dari kreativitas individu dan team, mengetahui secara terperinci maksud dari proses inovasi
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Budaya Organisasi
Setiap organisasi memiliki budaya yang mempengaruhi semua aspek organisasi dan perilaku anggotanya, baik secara individual maupun kelompok. Budaya system social atau organisasi mempengaruhi sikap dan perilaku anggota organisasi yang kemudian menentukan kinerja anggota dan organisasi. Keberhasilan kepemimpinan sebagian ditentukan oleh kemampuan pemimpin untuk mengembangkan budaya organisasinya.
Para pakar telah mengemukakan berbagai definisinya budaya organisasi. Teoritikus budaya organisasi, Edgar H. Schein (1985) mendefinisikan budaya organisasi sebagai pola asumsi dasar yang ditemukan atau dikembangkan oleh sekelompok orang saat mereka belajar untuk menyelesaikan masalah – masalah, menyesuaikan diri dengan lingkungan eksternal serta berintegrasi dengan lingkungan  internal. Asumsi dasar tersebut telah terbukti dapat diterangkan dengan baik untuk mempresepsikan, berfikir dapat diterangkan dengan baik untuk menyelesaikan masalah yang  dihadapinya dan dianggap valid. Oleh karenanya, hal ini diajarkan kepada anggota baru sebagai cara yang tepat untuk mempresepsikan, berfikir dan memiliki pemahaman yang kuat dalam hubungan masalah tersebut. Sementara itu, Schwatz dan Davis (1981) mendefinisikan budaya organisasi sebagai pola kepercayaan dan harapan yang dianut oleh anggota organisasi. Kepercayaan dan harapan tersebut menghasilkan nilai – nilai yang dengan kuat membentuk perilaku pada individu dan kelompok – kelompok anggota organisasi.
Menurut Wirawan (2007: 10), budaya organisasi didefinisikan sebagai : norma, nilai – nilai, asumsi, kepercayaan, filsafat, kebiasaan organisasi, dan sebagainya  (isibudayaorganisasi) yang dikembangkan dalam waktu yang lama oleh pendiri, pemimpin, dan anggota organisasi sehingga mempengaruhi pola pikir,  sikap dan perilaku anggota organisasi dalam memproduksi produk, melayani para konsumen, dan mencapai tujuan organisasi.
Budaya organisasi merupakan karakteristik  organisasi, bukan individu anggotanya. Jika organisasi disamakan dengan manusia, maka budaya organisasi merupakan personalitas/kepribadian organisasi.  Akan tetapi, akan tetapi budaya organisasi membentuk perilaku organisasi anggotanya, bahkan tidak jarang perilaku anggota organisasi sebagai individu.
Definisi budaya organisasi di atas berisi sejumlah kata kunci yang memerlukan penjelasan, yakni :
1.    Isi budaya organisasi
Terdiriatas yang dapat diindrai dengan mudah, seperti aterfak dan yang sukar diindrai, seperti nilai, norma, asumsi dan filsafat organisasi. Isi budaya organisasi besar dan kompleks lebih banyak dari pada isi budaya organisasi kecil dan sederhana.
2.    Sosialisasi
Budaya organisasi disosialisasikan atau di difusikan serta di ajarkan kepada setiap anggotaorganisasi baru. Isi budaya organisasi diperkenankan dan diajarkan serta diterapkan dalam kegiatan organisasi. Mereka yang ingin menjadi anggota organisasi wajib memahami, merasa memiliki, dan menerapkan dalam perilakunya. Adapun anggota organisasi yang melanggarnya di kenai sanksi.
3.    Mempengaru hipola pikir, sikap, dan perilaku anggota organisasi.
Ketika melaksanakan tugasnya, anggota organisasi memiliki polapikir, sikap, dan perilaku tertentu. Semua itu di bombing oleh norma, nilai, dan kode etik organisasi. Misalnya, budaya organisasi mempengaruhi cara berbicara, menghormati, melayani klien, berpakaian, memproduksi produk, dan sebagainya (Wirawan, 2007: 9-11)








ISI BUDAYA ORGANISASI

Artefak
Kode Etik/kredo
Simbol/lambing/bendera
Dress code
Bahasa/jargon
Pahlawan
Seni arsitektur bangunan
Sejarah
Kepercayaan
Ritual/upacara/ceremony
Filsafat organisasi
Sumpah/janji/balat
Norma
Cara berkomunikasi
Nilai
Cara menghormati
Pola perilaku
Teknologi
Cara melakukan sesuatu
Produkorganisasi
Adat istiadat/kebiasaan
Strukturorganisasidanbirokrasi
Harapan dan EtosKerja
Polahubungan antara anggotaorganisasi atasan dengan bawahan antara teman sekerja


TABEL Dimensi Isi Budaya Organisasi
Sumber :Wirawan (2007:11)

4.    Di kembangkan dalam waktu yang lama.
Budaya organisasi di kembangkan pertama kalinya oleh pendiri organisasi ketika mendirikan organisasi. Norma, nilai, polapikir, dan agama dari pendiri organisasi mempengaruhi budaya organisasi. Misalnya budaya organisasi Muhammadiyah bersif atislami, ilmiah, demokratis, dan egalitarian karena norma – norma tersebut merupakan norma yang dianut oleh Kyai Haji Ahmad Dahlan (Wirawan, 2007: 10-11)
Ketika yang di kemukakan dan dilakukan oleh pendiri organisasi dapat meyelesaikan masalah yang di hadapi organisasi dengan baik, itu di jadikan asumsi, norma, atau nilai – nilai organisasi.  Budaya organisasi di mulai mendapatkan bentuknya dan dikembangkan oleh para penerusnya.

2.2 Tipologi Budaya Organisasi
Riset baru yang dilakukan oleh Gofeedan Jones (Lihat Robbins, 2003: 321) menyajikan beberapa kajian penting mengenai budaya organisasi, mereka telah mengidentifikasi 4 (empat) tipe / jenis atau budaya organisasi yang berbeda, yang dipengaruh ioleh 2 (dua) variable, diantaranya :
Pertama :Sosiabilitas, ukuran persahabatan. Sosiabilitas yang tinggi mengandung arti berarti yang melakukan perbuatan baik terhadap yang lain tanpa mengharapkan imbalan dan berhubungan satu sama lain dengan cara yang ramah dan bersahabat.
Kedua :Solidaritas, ukuran dari orientasi tugas. Solidaritas tinggi memiliki arti bahwa orang dapat mengabaikan bias pribadidan berkumpul di balik kepentingandan tujuan bersama. Berdasarkan 2 (dua) dimensi tersebut, ada 4 (empat) tipe / jenis budaya organisasi :
·         Budaya jaringan (tinggi pada sosiabilitas), rendah pada solidaritas)
Organisasi ini memandang anggota sebagai keluarga dan sahabat. Orang – orang saling mengenal dan merasa senang terhadap satu sama lain. Orang dengan senang hati memberikan bantuan kepada yang lain dan secara terbuka berbagi informasi. Aspeknegatif yang di asosiasikan dengan budaya ini adalah bahwa focus terhadap persahabatan dapat menimbulkan rasa toleransi terhadap orang – orang yang berkinerja rendah dan penciptaan klik – klik politik.
·         Budaya upahan (rendah pada sosiabilitas, tinggi pada solidaritas)
Organisasi ini sangat terfokus pada tujuan. Orang sangat bersemangat dan di tetapkan untuk mencapai tujuan. Mereka memiliki semangat untuk melakukan segala sesuatu secara cepat dan sangat peka terhadap tujuan. Sisi negative dari budaya ini adalah dapat mengarah kepada suatu perlakuan yang tidak manusiawi terhadap orang yang di pahami sebagai orang yang berkinerja rendah.
·         Budaya Fragmen (rendah pada sosiabilitas, rendah pada solidaritas)
Organisasi ini terdiri dari kaum individualis. Komitmen adalah yang pertama terutama bagi anggota individu dan tugas – tugas jabatan mereka. Dalam budaya ini, karyawan di nilai,  berdasarkan produktivitas dan mutu kerja mereka. Dimensi negative dari budaya ini adalah ada nyakritik yang besar terhadap orang lain dan tidak adanya kolegialitas.
·         Budaya komunal (tinggi pada sosiabilitas, tinggi pada solidaritas)
Budaya ini menghargai, baik persahabatan mau pun kinerja. Orang memiliki sense of belonging, tapi masih ada focus yang ketat pada pencapaian tujuan. Pemimpin dari budaya ini cenderung inspirasional dan kharismatik, dengan satuvisi yang jelas tentang masa depan organisasi.  Sisi negativenya adalah bahwa mereka sering mengkonsumsi ke seluruhan kehidupan seseorang.

            Berikut ini adalah gambar tipologi Empat kulturdari Gofeedan Jones, seperti dikutip oleh Robbins, yakni sebagai berikut :

Rounded Rectangle: JARINGAN Rounded Rectangle: KOMUNIKASI
 


                                    Tinggi


SOSIABILITAS
Rounded Rectangle: FRAGMEN Rounded Rectangle: UPAHAN
 


                                Rendah
                                                            Rendah                                             Tinggi
                                                                    Diagram Typologi Empat Kultur

2.3 KREATIVITAS INDIVIDU DAN KELOMPOK
Kreativitas kelompok dan individu bergantung pada kepribadian individunya dan sejauh mana individu didorong dan bereaksi bergantung pada perannya. Bila kelompok kaku dan terlalu formal maka kreativitas yang dihasilkan oleh kelompok dan individu tersebut akan sangat terbatas dikarenakan persepsi dari setiap individunya menjadi sempit.
Fakta bahwa perilaku seseorang dalam kelompok tidak seluruhnya ditentukan oleh struktur dan sifat kelompok, memiliki implikasi praktis dan membuktikan bahaya yang mungkin ada dalam kreatifitas individu secara keseluruhan ketika berhubungan dalam kelompok. Tidak jarang dalam suatu kelompok kreativitas satu orang dapat mempengaruhi kelompok secara keseluruhan.
Fakta jelas tentang kelompok adalah bahwa kelompok teridiri atas; sub kelompok dan tidak selalu homogen, tetapi secara karakteristik dibagi dalam bagian yang relative homogen dan cenderung berbeda dari bagian lain. Pemimpin dan pengikut dibedakan, mereka memiliki tanggung jawab berbeda. Dalam sub kelompok ada yang dominan dan ada yang submisif, ada yang selalu mengalah bila mengemukakan kreatifitasnya dan ada yang selalu menang. Kriteria penentuan keberadaan subkelompok sama dengan penentuan kelompok utama. Kadang kala satu sub kelompok lebih aktif mempengaruhi sub kelompok lain, dan jumlah interaksi antara lingkaran sub kelompok tidak sama.
Dengan kata lain kreatifitas individu dapat mempengaruhi kelompok secara keseluruhan oleh karena itu diperlukan pembagian sub kelompok dan kelompok utama yang seimbang sehingga diperoleh kinerja yang optimal dalam suatu kelompok dan kreatifitas yang dihasilkan oleh kelompok tersebut menjadi lebih maksimal.

2.4 PROSES INOVASI DALAM ORGANISASI
Inovasi adalah suatu proses atatu usaha yang terkelola dari suatu organisasi untuk mengembangkan produk atau jasa baru,ataupun kegunaan baru dari produk dan atau jasa yang telah ada.
1.    Proses Inovasi
Proses inovasi didalam organisasi meliputi berbagai hail diantaranya adalah Pengembangan inovasi,Aplikasi inovasi,Peluncuran aplikasi,Pertumbuhan Aplikasi,Kematangan inovasi,dan Penurunan inovasi.



2.    Bentuk Inovasi
Setiap ide kreatif yang dikembangkan oleh suatu organisasi memiliki suatu tantangan yang berbeda bagi proses inovasi.Inovasi dapat bersifat:
a.    Inovasi radikal vs inovasi bertahap
b.    Inovasi Teknikal vs inovasi manajerial
c.    Inovasi produk vs inovasi proses

3.    Kegagalan Berinovasi
Ada beberapa hal yang menjadi alasan suatu organisasi mungkin gagal berinovasi,salah satunya Kurangnya sumber daya,Kegagalan untuk mengenali kesempatan dan yang terakhir Penolakan akan perubahan
Untuk mendorong inovasi dalam organisasi,ada tiga cara spesifikasi untuk mendorong inovasi dalam organisasi bisa dilakukan berbagai cara,seperti Sistem penghargaan,Budaya organisasi ataupun Intrapreneurship dalam orgabisasi yang lebih besar.














BAB III
PENUTUP
3.1    Kesimpulan
Budaya organisasi merupakan ciri khas dari  organisasinya bukan dari individu anggotanya.Sehingga budaya organisasi akan membentuk kepribadiannya para anggotanya.
 Topologi budaya organisasi terdiri dari 4 jenis,yaitu:
1.    Budaya jaringan,organisasi ini memandang anggotanya sebagai keluarga dan sahabatnya.
2.    Budaya Upahan,organisasi ini memiliki cirri khas sangat terfokus pada tujuannya.
3.    Budaya Fragment, Organisasi ini terdiri dari kaum individualis dan memiliki rasa solidaritas yang tinggi.
4.    Budaya Komunal,organisasi ini menghargai persahabatan maupun kinerja.
Kreatifitas individu dapat mempengaruhi kelompok secara keseluruhan karena itu diperlukan pembagian sub kelompok dan kelompok utama yang seimbang sehingga diperoleh kinerja yang optimal dalam suatu kelompok dan kreatifitas yang dihasilkan oleh kelompok tersebut menjadi lebih maksimal.
Inovasi adalah suatu proses atatu usaha yang terkelola dari suatu organisasi untuk mengembangkan produk atau jasa baru. Proses Inovasi diantaranya adalah Pengembangan inovasi,Aplikasi inovasi,Peluncuran aplikasi,Pertumbuhan Aplikasi,Kematangan inovasi,dan Penurunan inovasi.
Inovasi dapat bersifat:
1.    Inovasi radikal vs inovasi bertahap
2.    Inovasi Teknikal vs inovasi manajerial
3.    Inovasi produk vs inovasi proses

Kegagalan dalam berinovasi meliputi Kurangnya sumber daya,Kegagalan untuk mengenali kesempatan dan yang terakhir Penolakan akan perubahan.Untuk mendorong seseorang untuk berinovasi bisa dilakukan cara seperti Sistem penghargaan,Budaya organisasi ataupun Intrapreneurship dalam orgabisasi yang lebih besar.
3.1    Kritik dan Saran
Dengan selesainya makalah ini maka kami sebagai penulis dari makalah ini mendapat kesempatan untuk mempelajari lebih dalam tentang budaya organisasi, namun dikarenakan keterbatasan sumber yang telah ditetapkan, kami selaku penulis mempunyai kesulitan dalam mengumpulkan bahan, dan pengeluaran biaya yang lebih dari biasanya. Untuk ke depannya, kami sebagai penulis berharap agar diberikan lebih diberikan keleluasaan dan fleksibilitas yang lebih dalam pengumpulan bahan, sehingga penulis dapat memanfaatkan sumber bahan dan waktu lebih efisien.













DAFTAR PUSTAKA

Winangsih Syam Nina. 2012. Psikologi Sosial sebagai Akar Ilmu Komunikasi. Bandung:Simbiosa Rekatama Media